Oleh: Azmi Pane
Sebelum
saya
menuliskan
pandangan saya tentang gagasan HMI Dakwah
Bangkit
ada baiknya saya menuliskan terlebih
dahulu latar belakang munculnya gagasan HMI Dakwah Bangkit, sejak saya menjadi pengurus HMI Komisariat Dakwah untuk periode yang
kedua yakni di
periode
2013-2014 sejak saat itulah keinginan menjadikan HMI
Komisariat Dakwah bisa bersaing
dengan komisariat lain (dari segi administrasi, kelembagaan dan
proses perkaderan) muncul,
setidak-tidaknya
sama dengan komisariat lain
tanpa meninggalkan
kultur
yang sudah berlangsung selama sekian
lama di HMI Komisariat Dakwah.
Keinginan itu tertanam dan semakin kuat dalam diri saya, sehingga keinginan yang
kuat itu, menjadi salah satu motivasi untuk
maju
sebagai
kandidat ketua
umum
HMI
Komisariat Dakwah
Sunan
Ampel.
Pada
RAK 2014, saya terpilih untuk memimpin sekaligus melanjutkan estafet kepengurusan HMI Komisariat Dakwah di periode 2014-2015.
Setelah proses RAK selesai, keinginan tersebut menjadi poin pemikiran dalam menyusun kebijakan umum dan berharap dapat direalisasikan dalam kepengurusan periode
berjalan waktu itu. Seiring
berjalannya waktu, periode
kepengurusanpun memasuki akhir kepengurusan, dengan segala kekurangan
yang ada dalam mewujudkan keinginan tersebut, maka
pada RAK 2015 keinginan tersebut diterjemahkan dalam bentuk gagasan yang dirumuskan dalam sebuah tema
RAK yakni “Internalisasi Nilai-Nilai ke-HMI-an;
Upaya Mewujudkan
Regenerasi yang Progressif-
Revolusioner menuju HMI
Dakwah Bangkit”.
Tidak hanya selesai pada dijadikan sebuah tema RAK, keinginan yang sudah berbentuk gagasan tersebut saya sampaikan juga pada sidang-sidang
pleno dalam RAK, dengan harapan bahwa gagasan ini bukanlah
gagasan pribadi, namun mampu menjadi gagasan bersama dan mampu diwujudkan bersama-sama
menuju HMI Dakwah Bangkit, bangkit dari segala kekurangannya selama ini menjadi mampu menyempurnakan dengan kondisi yang
lebih baik di masa yang
akan datang sehingga terwujudlah gagasan HMI
Dakwah Bangkit tersebut.
Setelah
melalui proses RAK, gagasan HMI Dakwah Bangkit bukan lagi sebuah gagasan
pribadi namun sudah
menjadi gagasan bersama yang
mampu diterjemahkan dalam sebuah langkah strategis dan taktis yang terlegislasi secara formal, hal itu terbukti pada saat sidang pleno III RAK yang
mampu merekomendasikan sebuah
langkah strategis yakni Sinergisitas Lintas
Generasi,
dengan langkah
taktis Diskusi Khusus Bersama.
Memaknai
gagasan HMI Dakwah Bangkit!
HMI Dakwah Bangkit bukanlah gagasan politis apalagi pragmatis, gagasan tersebut merupakan salah
gagasan perkaderan di HMI, khususnya
di HMI
Komisariat Dakwah, selain itu gagasan ini
bukan untuk mengintervensi, meremehkan, atau bahkan mendistruk kepengurusan yang sedang
menjalankan periode kepengurusannya saat ini atau yang telah menjalankan periodenya di masa-
masa sebelumnya, sebagaimana sudah saya jelaskan diawal
tulisan.
Juga bukan sekedar jargon yang lantang digaungkan tanpa memiliki langkah strategis dan
taktis dalam mewujudkannya. Namun merupakan salah satu sumbangsih
pemikiran dalam mencapai tujuan bersama khususnya di keluarga besar
HMI
Komisariat Dakwah di masa-masa yang akan datang.
Sudah pasti, keinginan bersama itu akan bisa terwujud apabila diusahakan secara bersama-sama pula,
bukan diusahakan oleh sekelompok apalagi individu saja
untuk mewujudkannya agar bisa benar- benar tercapai HMI Dakwah
Bangkit yang maksimal, tanpa ada yang merasa tidak dilibatkan
dalam mewujudkannya.
Dalam logika
sederhana, mengusahakan sesuatu secara bersama itu berarti semua
keluarga besar HMI Komisariat Dakwah saling bahu-membahu untuk menjadikan HMI Komisariat bisa
benar-benar
bangkit.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa komponen HMI Komisariat Dakwah terdiri dari
anggota, pengurus, senior dan alumni atau dalam bahasa yang
lain terdiri dari kader dan alumni. Sehingga dalam
rangka menjadikan
HMI Dakwah Bangkit semua komponen tersebut harus mampu saling bahu
membahu
untuk mencapai
tujuan HMI Dakwah Bangkit.
Karena HMI Dakwah Bangkit sebagaimana telah disampaikan sebelumnya sudah menjadi tujuan bersama, maka konsekuensi logis dari tujuan bersama tersebut adalah melaksanakannya
secara bersama-sama
juga,
sehingga akan tercapai hasil yang maksimal pula.
Selain
itu, juga diperlukan komunikasi yang intens, agar tercipta sinergisitas dalam mewujudkan
tujuan bersama ini dengan baik dan maksimal. Sebagaimana telah direkomendasikan dalam sidang
pleno III RAK 2015 kemaren bahwa untuk
mencapai tujuan bersama yang kita
inginkan, salah satu caranya adalah dengan
melaksanakan Diskusi Khusus Bersama.
Diskusi Khusus Bersama ini, dilaksanakan oleh setidak-tidaknya
mantan ketua umum yang masih di struktur
atau masih memiliki masa keanggotaan, tentunya dengan jajaran pengurus
di periodenya yang di
komandani oleh Ketua
Umum yang sedang menjabat.
Dalam Diskusi Khusus Bersama ini nantinya diharapkan mampu menampung ide, gagasan arah kebijakan komisariat serta
keinginan bahkan kebutuhan
kader Komisariat,
tentunya diharapkan mampu di eksekusi dan diusahakan
pencapaiannya.
Dengan demikian
proses perkaderan yang dilakukan oleh
kader-kader Komisariat dapat
maksimal dan betul-betul mampu bermanfaat serta dapat mewujudkan
tujuan dari HMI itu sendiri.
Tujuan dari ditulisnya gagasan ini, agar keinginan
untuk bersinergis lintas generasi di HMI Komisariat Dakwah
dapat diwujudkan
dan menjadi pemahaman
bersama, serta mampu diaplikasikan secara
bersama-sama pula guna mencapai tujuan kita bersama yakni HMI Dakwah Bangkit selain
itu
agar apabila terdapat
kekeliruan dalam gagasan ini dapat disempurnakan oleh kita semua keluarga besar HMI Komisariat Dakwah di masa-masa yang akan
datang.
Amin.
BalasHapusKonkrit
BalasHapus