Rabu, 13 Januari 2016

#HMIDakwahBangkit

Share it Please
Antara (sekedar) Jargon atau Keinginan Bersama
Oleh: Azmi Pane

Sebelum  saya  menuliskan  pandangan  saya  tentang  gagasan  HMI  Dakwah  Bangkit ada baiknya saya menuliskan terlebih dahulu latar belakang munculnya gagasan HMI Dakwah Bangkit, sejak saya menjadi pengurus HMI Komisariat Dakwah untuk periode yang kedua yakni di periode 2013-2014 sejak saat itulah keinginan menjadikan HMI Komisariat Dakwah bisa bersaing dengan komisariat lain  (dari segi administrasi, kelembagaan dan  proses perkaderan) muncul, setidak-tidaknya sama dengan komisariat lain tanpa meninggalkan kultur yang sudah berlangsung selama sekian lama di HMI Komisariat Dakwah.
Keinginan itu tertanam dan semakin kuat dalam diri saya, sehingga keinginan yang kuat itu,  menjadi  salah satu motivasi  untuk  maju  sebagai  kandidat  ketua  umum  HMI  Komisariat Dakwah Sunan Ampel.
Pada RAK 2014, saya terpilih untuk memimpin sekaligus melanjutkan estafet kepengurusan HMI Komisariat Dakwah di periode 2014-2015.
Setelah proses RAK selesai, keinginan tersebut menjadi poin pemikiran dalam menyusun kebijakan umum dan berharap dapat direalisasikan dalam kepengurusan periode berjalan waktu itu. Seiring berjalannya waktu, periode kepengurusanpun memasuki akhir kepengurusan, dengan segala kekurangan yang ada dalam mewujudkan keinginan tersebut, maka pada RAK 2015 keinginan tersebut diterjemahkan dalam bentuk gagasan yang dirumuskan dalam sebuah tema RAK yakni Internalisasi Nilai-Nilai ke-HMI-an; Upaya Mewujudkan Regenerasi yang Progressif- Revolusioner menuju HMI Dakwah Bangkit”.
Tidak hanya selesai pada dijadikan sebuah tema RAK, keinginan yang sudah berbentuk gagasan tersebut saya sampaikan juga pada sidang-sidang pleno dalam RAK, dengan harapan bahwa gagasan ini bukanlah gagasan pribadi, namun mampu menjadi gagasan bersama dan mampu diwujudkan bersama-sama menuju HMI Dakwah Bangkit, bangkit dari segala kekurangannya selama ini menjadi mampu menyempurnakan dengan kondisi yang lebih baik di masa yang akan datang sehingga terwujudlah gagasan HMI Dakwah Bangkit tersebut.
Setelah melalui proses RAK, gagasan HMI Dakwah Bangkit bukan lagi sebuah gagasan pribadi namun sudah menjadi gagasan bersama yang mampu diterjemahkan dalam sebuah langkah strategis dan taktis yang terlegislasi secara formal, hal itu terbukti pada saat sidang pleno III RAK yang mampu merekomendasikan sebuah langkah strategis yakni Sinergisitas Lintas Generasi, dengan langkah taktis Diskusi Khusus Bersama.
Memaknai gagasan HMI Dakwah Bangkit!
HMI Dakwah Bangkit bukanlah gagasan politis apalagi pragmatis, gagasan tersebut merupakan salah gagasan perkaderan di HMI, khususnya di HMI Komisariat Dakwah, selain itu gagasan ini bukan untuk mengintervensi, meremehkan, atau bahkan mendistruk kepengurusan  yang sedang menjalankan periode kepengurusannya saat ini atau yang telah menjalankan periodenya di masa- masa sebelumnya, sebagaimana sudah saya jelaskan diawal tulisan.
Juga bukan sekedar jargon yang lantang digaungkan tanpa memiliki langkah strategis dan taktis dalam mewujudkannya. Namun merupakan salah satu sumbangsih pemikiran dalam mencapai tujuan bersama khususnya di keluarga besar HMI Komisariat Dakwah di masa-masa yang akan datang.
Sudah pasti, keinginan bersama itu akan bisa terwujud apabila diusahakan secara bersama-sama pula, bukan diusahakan oleh sekelompok apalagi individu saja untuk mewujudkannya agar bisa benar- benar tercapai HMI Dakwah Bangkit yang maksimal, tanpa ada yang merasa tidak dilibatkan dalam mewujudkannya.
Dalam logika sederhana, mengusahakan sesuatu secara bersama itu berarti semua keluarga besar HMI Komisariat Dakwah saling bahu-membahu untuk menjadikan HMI Komisariat bisa benar-benar bangkit.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa komponen HMI Komisariat Dakwah terdiri dari anggota, pengurus, senior dan alumni atau dalam bahasa yang lain terdiri dari kader dan alumni. Sehingga  dalam  rangka  menjadikan  HMI  Dakwah  Bangkit  semua  komponen  tersebut  harus mampu saling bahu membahu untuk mencapai tujuan HMI Dakwah Bangkit.
Karena HMI Dakwah Bangkit  sebagaimana telah disampaikan sebelumnya sudah menjadi tujuan bersama, maka konsekuensi logis dari tujuan bersama tersebut adalah melaksanakannya secara bersama-sama juga, sehingga akan tercapai hasil yang maksimal pula.
Selain itu, juga diperlukan komunikasi yang intens, agar tercipta sinergisitas dalam mewujudkan tujuan bersama ini dengan baik dan maksimal. Sebagaimana telah direkomendasikan dalam  sidang pleno  III RAK 2015  kemaren  bahwa untuk  mencapai  tujuan bersama  yang kita inginkan, salah satu caranya adalah dengan melaksanakan Diskusi Khusus Bersama.
Diskusi Khusus Bersama ini, dilaksanakan oleh setidak-tidaknya mantan ketua umum yang masih di struktur atau masih memiliki masa keanggotaan, tentunya dengan jajaran pengurus di periodenya yang di komandani oleh Ketua Umum yang sedang menjabat.
Dalam Diskusi Khusus Bersama ini nantinya diharapkan mampu menampung ide, gagasan arah  kebijakan  komisariat  serta  keinginan  bahkan  kebutuhan  kader  Komisariat,  tentunya diharapkan mampu di eksekusi dan diusahakan pencapaiannya.
Dengan demikian proses perkaderan yang dilakukan oleh kader-kader Komisariat dapat maksimal dan betul-betul mampu bermanfaat serta dapat mewujudkan tujuan dari HMI itu sendiri.

Tujuan dari ditulisnya gagasan ini, agar keinginan untuk bersinergis lintas generasi di HMI Komisariat Dakwah dapat diwujudkan dan menjadi pemahaman bersama, serta mampu diaplikasikan secara bersama-sama pula guna mencapai tujuan kita bersama yakni HMI Dakwah Bangkit selain itu agar apabila terdapat kekeliruan dalam gagasan ini dapat disempurnakan oleh kita semua keluarga besar HMI Komisariat Dakwah di masa-masa yang akan datang.

2 komentar:

Follow The Author