~ Sebuah Perjalanan Evaluatif-Progressif ~
Dalam
Pengantar Buku Merebut Optimisme HMI dan Masa Depan Indonesia, Arief
Rosyid Hasan (Ketua Umum PB HMI Periode 2013-2015) menyebutkan bahwa “HMI
adalah organisasi mahasiswa,yang terdiri dari anak-anak muda yang sedang tumbuh
dalam pergulatan dan pencarian diri”.
Dengan
pemahaman itulah maka wajar apabila dalam proses seorang kader melakukan
kesalahan dalam proses perkaderannya, kesalahan itu bisa berupa kesalahan
pemahaman, cara pandang dan tidak menutup kemungkinan akan berefek pada
kesalahan kader tersebut dalam bersikap dan menyikapi hal-hal yang terjadi
selama proses perkaderannya, dalam pandangan saya kesalahan yang dilakukan itu
akan menjadi sebuah proses pembelajaran apabila kesalahan itu mampu dipahami,
dan tengtunya akan menjadi proses pendewasaan baik secara mental, pemikiran dan
tentunya dalam bersikap, barangkali ini yang dimaksudkan Arief Rosyid dalam
pengantar bukunya tersebut.
Berawal dari ajakan
seorang teman yang juga pernah satu kepengurusan di Komisariat untuk menemani
dalam urusan pekerjaannya di Kabupaten Gresik, yang sekaligus saya niatkan
untuk bisa bersilaturrahmi dengan salah satu alumni komisariat yang masih cukup
muda, secara semangat, usia dan pemikiran tidak terlalu berbeda jauh untuk bisa
saling nyambung diantara kita.
Pada saat itulah saya
memulai sharing akan beberapa hal, diawali dengan bagaimana menatap masa depan,
penting bagi saya secara pribadi yang juga masih aktif berproses di HMI tidak
sekedar menjalankan proses perkaderan itu sebagai sebuah proses pembelajaran
saja namun agar mulai berfikir untuk menjalankan proses perkaderan itu sebagai
jalan untuk mencapai keinginan-keinginan saya di masa depan tentunya tanpa
meninggalkan pedoman-pedoman yang ada di HMI.
Lebih jauh sharing kami
adalah mencoba mengevaluasi proses perkaderan saya di masa lalu sewaktu saya
berproses di tingkat Komisariat, tidak menyangka dari proses evaluasi tersebut
banyak kekurangan yang saya lakukan di masa lalu, terlebih berkaitan dengan
komunikasi yang intens dan cara bersikap kepada para senior dan alumni, terlebih
pada saat saya menjadi pengurus di Komisariat waktu itu, sehingga efek dari hal
itu, banyak terjadi kesalah-pahaman, ketidak-seimbangan dan hal-hal lain dalam
perjalanan proses perkaderan saya hingga saat ini.
Setelah sharing yang dilakukan dengan salah satu alumni tersebut, tidak berlebihan kiranya apabila melalui tulisan ini saya menyampaikan permohonan maaf atas nama kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kepada kawan-kawan seangkatan, para senior dan alumni serta kawan-kawan satu kepengurusan yang pernah tersakiti oleh perlakuan saya selama berproses di HMI khususnya di HMI Komisariat Dakwah.
Barangkali ucapan maaf
ini tidaklah cukup memperbaiki kesalahan saya yang pernah dilakukan di masa
lalu, namun ke depan saya berharap bisa bersinergis dengan seluruh keluarga
besar HMI Komisariat Dakwah untuk bersama-sama menjalin komunikasi dan
silaturrahmi yang baik dalam konteks saling tolong menolong dalam kebaikan
untuk mencapai cita-cita kita bersama, atau yang dalam pandangan saya dan
kawan-kawan seangkatan cita-cita bersama itu lebih akrab dengan sebutan HMIDakwah Bangkit sebagaimana pernah saya jelaskan dalam tulisan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar